UM Buton
Kolaborasi UM Buton dan UGM Berlanjut, 41 Mahasiswa Siap Mengabdi di Buton Selatan

Kolaborasi UM Buton dan UGM Berlanjut, 41 Mahasiswa Siap Mengabdi di Buton Selatan

26 Jun 2026 Admin

Baubau, Rabu, 24 Juni 2026* – Kolaborasi pengabdian masyarakat antara Universitas Muhammadiyah Buton dan Universitas Gadjah Mada kembali berlanjut. Pagi ini, rombongan mahasiswa UGM tiba di Kota Baubau sekitar pukul 08.00 WITA untuk mengikuti program *KKN Kolaborasi UM Buton dan UGM* yang akan dilaksanakan di Kabupaten Buton Selatan.

Program ini diikuti oleh *33 mahasiswa UGM* dan *8 mahasiswa UM Buton*. Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi bagian dari komitmen kedua perguruan tinggi dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kerja sama lintas kampus.

Kegiatan KKN Kolaborasi UM Buton dan UGM di Buton Selatan ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya. Namun, bagi Universitas Gadjah Mada sendiri, pelaksanaan KKN di wilayah Buton Selatan telah memasuki tahun ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa Buton Selatan menjadi salah satu wilayah strategis yang terus mendapat perhatian dalam pelaksanaan program pengabdian mahasiswa UGM.

Kegiatan penyambutan dan pelepasan peserta KKN berlangsung dengan penuh semangat kolaborasi. Hadir dalam kegiatan tersebut *Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Buton yang juga menjabat sebagai Ketua KAGAMA Pengcab Kepulauan Buton, **Wakil Rektor III UM Buton selaku Pelaksana Rektor, serta jajaran **Pengurus Cabang KAGAMA Kepulauan Buton*.


Turut hadir pula Wakil Sekretaris Umum KAGAMA Pengcab Kepulauan Buton, *La Ode Muhammad Kurniawan Utomo, S.H., M.Kn., serta Dewan Penasihat KAGAMA Pengcab Kepulauan Buton, **Dr. La Ode Abdul Syukur*.

Melalui program ini, para mahasiswa akan turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengenali potensi daerah, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu membawa energi baru, gagasan segar, dan kontribusi nyata bagi pembangunan desa di Buton Selatan.

Bagi UM Buton, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik, pengabdian masyarakat, dan kolaborasi kelembagaan. Sementara bagi UGM dan KAGAMA, program ini menjadi ruang nyata untuk memperluas kontribusi mahasiswa dan alumni dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Kepulauan Buton.

Kolaborasi yang terus berlanjut ini juga menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan sebagai agenda akademik, tetapi sebagai gerakan bersama untuk membangun daerah. Dengan keterlibatan 41 mahasiswa dari dua perguruan tinggi, KKN Kolaborasi UM Buton dan UGM diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Buton Selatan.

Kehadiran mahasiswa KKN ini bukan sekadar menjalankan program kampus. Mereka hadir untuk belajar dari masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.