LPPM UM Buton Laksanakan Monev Lapangan Hibah DPPM Skema Program Inovasi Seni Nusantara di Sanggar Seni Maedani
Baubau, 25 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) lapangan terhadap penerima Hibah DPPM Tahun 2026. Kali ini, Monev dilaksanakan pada penerima Hibah DPPM Skema Program Inovasi Seni Nusantara yang berlokasi di Sanggar Seni Maedani, Kelurahan Baadia, Kota Baubau.
Program pengabdian yang menjadi objek Monev tersebut mengangkat judul “Inovasi Tari Teater Lokal untuk Pendidikan Anti Kekerasan dan Toleransi di Sanggar Seni Maedani”, dengan ketua tim pelaksana Wa Ode Muriani Ekasari Virno Bolu, S.Sn., M.Sn.
Kegiatan Monev lapangan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan program hibah, sekaligus untuk melihat secara langsung capaian kegiatan, pemanfaatan dana hibah, serta dampak program terhadap mitra penerima manfaat.
Sebelum dilaksanakan Monev internal, program tersebut terlebih dahulu telah melalui proses review eksternal dengan reviewer Prof. Dr. Syamsia, S.P., M.Si. Review eksternal dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada 18 Agustus 2026. Selanjutnya, dalam Monev internal di lapangan, LPPM UM Buton menghadirkan reviewer internal Dr. Firman Alamsyah Mansyur, M.A.
Dalam pelaksanaan Monev internal, Dr. Firman Alamsyah Mansyur melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan program sekaligus berdialog dengan pihak mitra, termasuk Ketua Sanggar Seni Maedani, Tanti Mardianti HS, S.Ak.
Salah satu hal yang menjadi perhatian reviewer adalah sejauh mana program PkM tersebut memberikan dampak terhadap perkembangan Sanggar Seni Maedani. Selain itu, reviewer juga menggali informasi terkait pemanfaatan dana hibah yang telah dicairkan, termasuk sejauh mana anggaran tersebut telah digunakan untuk mendukung pelaksanaan dan pengembangan program.
Ketua Sanggar Seni Maedani, Tanti Mardianti HS, S.Ak., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program hibah tersebut. Menurutnya, kehadiran program tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek kegiatan seni, tetapi juga membantu memperkuat sistem dan identitas kelembagaan sanggar.
“Alhamdulillah, dengan adanya program hibah ini kami sangat terbantu dalam memperkuat sistem di Sanggar Seni Maedani. Salah satunya melalui pembuatan media sosial sanggar sebagai sarana untuk memperkenalkan kegiatan dan karya-karya kami kepada masyarakat. Selain itu, kami juga telah memiliki papan nama sanggar yang semakin memperkuat identitas Sanggar Seni Maedani,” ujar Tanti.
Ia menambahkan, program tersebut juga memberikan pengalaman dan kemampuan baru bagi para anggota sanggar dalam mengembangkan seni pertunjukan. Sebelum adanya program, Sanggar Seni Maedani lebih banyak mengenal dan memainkan teater lokal. Namun, setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari tim pelaksana hibah, para anggota sanggar mulai mampu mengembangkan pertunjukan dalam bentuk tari teater kontemporer.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi salah satu dampak penting yang dirasakan oleh Sanggar Seni Maedani karena membuka ruang bagi para anggota untuk lebih kreatif dalam mengembangkan seni tradisional dan mengemasnya dalam bentuk pertunjukan yang lebih inovatif.
.jpeg)
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Hibah, Wa Ode Muriani Ekasari Virno Bolu, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa dukungan pendanaan yang diterima telah dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan dan pengembangan Sanggar Seni Maedani.
“Alhamdulillah, sekitar 80 persen dari pendanaan yang kami terima telah kami manfaatkan untuk mendukung kemajuan Sanggar Seni Maedani. Pemanfaatannya antara lain untuk pengadaan lighting, speaker, kostum atau baju tari, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya yang diperlukan sanggar dalam melaksanakan kegiatan seni dan pertunjukan,” jelas Muriani.
Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Sanggar Seni Maedani, khususnya dalam meningkatkan kapasitas para pelaku seni serta mengembangkan karya yang mengangkat nilai-nilai lokal, pendidikan anti kekerasan, dan toleransi.
Program tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengembangkan seni budaya lokal melalui pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif.
Ketua LPPM UM Buton: Hibah Harus Memberikan Dampak Nyata
Ketua LPPM UM Buton, Dr. Safrin Salam, S.H., M.H., yang turut hadir dalam kegiatan Monev menyampaikan bahwa program pengabdian kepada masyarakat yang memperoleh pendanaan hibah harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mitra.
Menurutnya, program Inovasi Seni Nusantara memiliki nilai strategis karena tidak hanya berbicara mengenai pengembangan seni, tetapi juga bagaimana seni dapat menjadi media pendidikan karakter, membangun toleransi, serta menyampaikan pesan-pesan sosial kepada masyarakat.
“Kami melihat bahwa program yang dilaksanakan di Sanggar Seni Maedani ini memiliki nilai yang sangat penting. Seni bukan hanya persoalan pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi media pendidikan, pembentukan karakter, serta sarana untuk menyampaikan nilai-nilai anti kekerasan dan toleransi kepada generasi muda. Karena itu, kami berharap program ini benar-benar memberikan perubahan yang dapat dirasakan oleh mitra,” ungkap Dr. Safrin.
Lebih lanjut, Dr. Safrin mengapresiasi tim pelaksana yang telah memanfaatkan dukungan hibah untuk memperkuat fasilitas dan kapasitas Sanggar Seni Maedani. Menurutnya, pengadaan peralatan pendukung seperti lighting, speaker, dan kostum merupakan bagian penting dalam menunjang keberlangsungan kegiatan seni di sanggar.
“Kami mengapresiasi bagaimana dana hibah dimanfaatkan untuk memperkuat kebutuhan sanggar, mulai dari fasilitas pendukung pertunjukan hingga pengembangan kapasitas para pelaku seni. Yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas dan pengetahuan yang telah diberikan melalui program ini dapat terus digunakan dan dikembangkan setelah program hibah selesai,” tambahnya.
Dr. Safrin juga menegaskan bahwa LPPM UM Buton akan terus mendorong dosen untuk menghasilkan program pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program, tetapi memiliki keberlanjutan dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Harapan kami, Sanggar Seni Maedani tidak berhenti pada capaian program hibah ini. Kemampuan yang telah diperoleh, termasuk pengembangan tari teater kontemporer, dapat terus dikembangkan menjadi karya-karya baru. Dengan demikian, program hibah ini benar-benar meninggalkan jejak yang berkelanjutan bagi sanggar dan masyarakat,” tutupnya.
Pelaksanaan Monev lapangan ini menjadi bagian dari komitmen LPPM UM Buton dalam memastikan program Hibah DPPM yang dilaksanakan oleh dosen dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi mitra. Melalui program Inovasi Seni Nusantara, UM Buton turut berkontribusi dalam mendorong pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal sekaligus menjadikan seni sebagai media edukasi untuk membangun generasi yang kreatif, toleran, dan bebas dari kekerasan.