UM Buton
LPPM UM Buton Laksanakan Monev Lapangan Hibah DPPM Skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat

LPPM UM Buton Laksanakan Monev Lapangan Hibah DPPM Skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat

25 Agu 2026 Admin

Baubau, 25 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) lapangan terhadap penerima Hibah DPPM Skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PkM) Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Swasta Tahfidz Qur’an Nurusyarif.

Monev lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui Hibah DPPM. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program, capaian kegiatan, serta dampak yang telah dirasakan oleh mitra.

Program PkM yang dimonev berjudul “Pemanfaatan Teknologi Internet of Things untuk Pemantauan Kehadiran Siswa melalui Sistem Absensi Otomatis di SMP Swasta Tahfidz Qur’an Nurusyarif”, dengan ketua pelaksana Muhammad Hibrian Wiwi, S.T., M.Kom.

Dalam kegiatan Monev tersebut, LPPM UM Buton menghadirkan reviewer internal, Dr. Firman Alamsyah Mansyur, M.A. Sebelum dilakukan Monev internal, program PkM ini juga telah melalui proses review eksternal yang dilakukan oleh Prof. Dr. Syamsia, S.P., M.Si. pada 18 Agustus 2026 melalui Zoom Meeting.

Pada Monev internal, Dr. Firman Alamsyah Mansyur melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan kegiatan PkM sekaligus melakukan wawancara dengan pihak mitra, dalam hal ini Kepala SMP Swasta Tahfidz Qur’an Nurusyarif, Nurmiati, S.Pd. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam wawancara tersebut adalah sejauh mana dampak program PkM dapat dirasakan oleh mitra.

Nurmiati, S.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dosen UM Buton yang telah memilih SMP Swasta Tahfidz Qur’an Nurusyarif sebagai mitra dalam pelaksanaan program PkM. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian yang telah memberikan dukungan pendanaan hibah sehingga program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi sekolah.

Menurutnya, salah satu perubahan yang paling dirasakan setelah pelaksanaan program adalah sistem absensi siswa. Sebelum program dilaksanakan, pihak sekolah masih menggunakan sistem absensi secara manual. Namun, melalui program PkM tersebut, sekolah kini telah menggunakan sistem absensi fingerprint otomatis.

“Dengan adanya sistem ini, kehadiran siswa tidak hanya dapat dipantau oleh guru dan pihak sekolah, tetapi juga dapat dipantau oleh orang tua dari rumah. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui apakah anaknya hadir di sekolah atau tidak,” ungkap Nurmiati.


Selain penerapan sistem absensi otomatis, Muhammad Hibrian Wiwi, S.T., M.Kom. menjelaskan bahwa program PkM juga memberikan dukungan teknologi lainnya untuk meningkatkan sistem pemantauan dan keamanan di lingkungan sekolah.

“Selain sistem absensi, kami juga melengkapi sekolah dengan kamera CCTV 360 derajat yang dapat digunakan untuk memantau aktivitas siswa. Kami juga memfasilitasi sekolah dengan akses internet menggunakan Starlink sehingga kebutuhan konektivitas dalam mendukung pemanfaatan teknologi dapat terpenuhi,” jelas Hibrian Wiwi.

Penerapan berbagai teknologi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap kebutuhan administrasi kehadiran siswa, tetapi juga dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, terpantau, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Ketua LPPM UM Buton, Dr. Safrin Salam, S.H., M.H., yang turut hadir dalam pelaksanaan Monev menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan program hibah yang dilaksanakan oleh dosen UM Buton benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mitra.

“Kami berharap program-program pengabdian yang mendapatkan dukungan hibah DPPM tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja, tetapi mampu menghasilkan perubahan dan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Apa yang dilakukan di SMP Swasta Tahfidz Qur’an Nurusyarif ini merupakan salah satu contoh bagaimana teknologi yang dikembangkan oleh dosen dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.”

Dr. Safrin Salam juga menegaskan bahwa LPPM UM Buton akan terus mendorong para dosen untuk menghasilkan program pengabdian yang inovatif, tepat sasaran, serta memiliki keberlanjutan.

“Kami mengapresiasi tim pelaksana PkM yang telah berupaya menghadirkan solusi berbasis teknologi, mulai dari sistem absensi fingerprint, CCTV 360 derajat hingga dukungan konektivitas Starlink. Harapannya, teknologi tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh mitra sehingga memberikan dampak jangka panjang bagi sekolah, guru, siswa, dan orang tua.”

Pelaksanaan Monev lapangan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen LPPM UM Buton dalam memastikan pelaksanaan program hibah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Melalui proses evaluasi dan pendampingan yang dilakukan secara berkala, diharapkan program PkM yang dilaksanakan oleh dosen UM Buton dapat semakin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.